Jokowi Ingin Ekonomi Tumbuh di Atas 5%? Begini Caranya

foto: kompas.com

foto: kompas.com

Jakarta -Pada kuartal I-2015 ekonomi Indonesia tumbuh 4,7%, lebih lambat dibanding periode yang sama tahun lalu. Pemerintah harus mempercepat realisasi anggaran proyek pembangunan infrastruktur.

Deputi bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Leonard VH. Tampubolon mengatakan‎ Percepatan realisasi anggaran tersebut dapat secara nyata menggerakkan roda perekonomian‎ sehingga pertumbuhan ekomomi di kuartal II-2015 bisa kembali bergairah.

“Kalau pemerintah melakukan realisasi belanja, proyek jalan, kontraktor dibayar, pegawai dan tenaga kerja mendapat gaji lalu mereka melakukan belanja dan seterusnya, di situ roda ekonomi bergerak lagi. Karena duit itu kan berputar,” jelas dia di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (6/5/2015).

Untuk itu, lanjut dia, Bappenas mendorong kementerian-kementerian teknis bisa mempercepat pekerjaan proyek sehingga semakin banyak anggaran yang terserap dan mendorong pergerakan roda perekonomian.

“Percepatnya kegiatan proyeknya. Yang tadinya dikerjakan sehari, bikin jadi sehari semalam. Yang tadinya biasa, dibikin lebih cepat. Semakin cepat proyek dikerjakan, semakin banyak anggaran terserap semakin cepat roda perekonomian berputar,” kata dia.

Kondisi ini, lanjut dia, juga akan memberi stimulus ke pasar keuangan terutama industri-industri yang di awal tahun menahan kegiatan produksinya untuk kembali beroperasi penuh di kuartal II ini.

“Industri-industri juga karena mendapat sinyal positif, yang tadinya mereka menahan spendingnya sekarang mulai bergerak lagi,” tutur dia.

Dengan demikian, target Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menargetkan pertumbuhan di atas 5% pada kuartal II-2015 bukan lah hal yang mustahil.

Sebelumnya, JK mengatakan, pada kuartal II-2015, pemerintah menargetkan ekonomi bisa tumbuh di atas 5%.

Hal ini disampaikan JK, terkait hasil pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro kemarin.

(sumber: detikFinance)