Pengangguran Meningkat, Bahaya bagi Rakyat Indonesia

foto: http://thepresidentpostindonesia.com/

foto: http://thepresidentpostindonesia.com/

JAKARTA – Naiknya tingkat pengangguran pada Februari 2015 menjadi salah satu indikator buruknya perekonomian Indonesia. Hal ini juga ditunjukkan dari melambatnya pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015.

“Terjadi kenaikan pengangguran ini indikasi yang berbahaya bagi rakyat,” kata pengamat ekonomi dari Mecode Studies, Augustinus Mangasa Sipahutar kepada Okezone di Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data kenaikan pengangguran sebesar 300 ribu jiwa pada Februari 2015 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, jumlah pengangguran sebesar 7,45 juta orang.

Kenaikan pengangguran ini diakibatkan dari melambatnya pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 yang tumbuh hanya sebesar 4,71 persen. Jauh dari target pemerintah sebesar 5,7 persen pada tahun ini.

Mangasa menuturkan, tidak mudah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar itu. Sebab, dilihat dari kuartal pertama tahun ini sangat jauh dari harapan.

“Perbedaan satu persen ini luar biasa sekali. Harus menggelontorkan beberapa triliun,” kata dia.

Untuk itu, pemerintah diminta segera berbenah dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi. Salah satunya untuk tidak menyalahkan kondisi ekonomi global saat ini yang memang hampir mengalami pelemahan pada setiap negara.

“Kalau kita lihat nilai tukar kita yang hampir Rp13.000 itu kan indikasi bahwa uang kita tidak dilirik sama asing. Bursa juga kenapa merosot tajam dalam seminggu itu kan keanehan,” jelas Mangasa.

Sekedar informasi, selama awal tahun 2015, nilai tukar Rupiah memang mengalami pelemahan mencapai level Rp13.000. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga anjlok dalam sepekan terakhir.

(sumber: Okezone.com)